Lebaran di Jember
Setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa [ichank:”meski belum maksimal sih”], akhirnya tibalah idul fitri yang merupakan waktu dimana manusia kembali ke fitrah-nya. Semua orang saling minta maaf dan saling memaafkan atas segala kesalahan yang diperbuat.
Di hari yang fitri itu juga, banyak orang yang saling bertemu dengan keluarga dan kerabat untuk menjalin silaturahmi dan saling bermaaf - maafan. Hal yang sama dilakukan oleh aku dan keluargaku sendiri. Seperti biasa, tiap tahun kami berkumpul di tempat tinggal saudara tertua [ichank:”tepatnya di rumah ibuku nih”].
Untuk keluarga dari ayah, semenjak ayah dan saudara - saudaranya menghadap ke Rahmatullah, kami [ichank:”saudara dari ayah”] jarang lagi berkumpul. Sehingga saat lebaran kami hanya berkunjung ke tempat keluaga dari ayah yang sekota saja.
Lebaran tahun ini, saudaraku yang datang ke rumahku [ichank:”sebenarnya rumah orangtuaku sih,he3..”] tidak lengkap seperti tahun lalu. Karena beberapa saudara ada yang berhalangan untuk hadir. Tapi kita semua masih dapat saling ‘melepaskan rasa kangen’ sambil bercanda tawa. Dan sangat banyak kejutan dengan munculnya wajah - wajah baru, yakni keponakan - keponakan yang masih lucu dan lugu - lugu.
Di hari pertama lebaran, setalah solat aku, ibu, dan kakakku sekeluarga berziarah ke makam ayahku, nenekku, kakak dari ibuku, kakak pertamaku, dan kakak ke-2 ku. Setelah itu kita pulang ke rumah dan menerima tamu saja. Beberapa orang yang berkunjung ke rumah, diantaranya saudara bungsu dari ibuku, anak dari adik ke-2 ibuku [ichank:”ortunya lagi sakit sih”], dan beberapa tetangga.
Hari kedua-nya, yang berkunjung ke rumah adalah adik ke-5 ibuku, anak dari adik ke-6 ibuku [ichank:”ortunya jauh di pulau sumatera tuh”], dan anak dari kakak ke-2 ayahku dan beberapa tetangga serta kerabat dekat.
Di hari ketiga lebaran,ada pertemuan keluarga [ichank:”Saudara dari ibuku”] yang bertempat di rumah Bulek (adik ke-2 ibuku) dan disanalah keluarga besar ibuku berkumpul, yang tidak hadir di acara itu almarhum kakak ibuku, adik ke-3 ibuku, dan adik ke-6 ibuku. Meskipun demikian acaranya masih menimbulkan banyak kesan.
Hari keempat lebaran ngapain ya?
Beberapa dari saudara ada yang pulang, dan beberapa saudara masih ada yang tinggal di rumahku. Waktunya aku dan kakakku untuk berkunjung ke rumah saudara ayahku yang di jember juga. He3…
Hari kelimanya ngapain lagi nih?
Waktunya refreshing. Kita jalan - jalan ke pantai yang disebut taman wisata pasir putih Situbondo. Asik banget disana…[ichank:”setelah sekian lama, akhirnya aku merasakan berenang di laut lagi”]. Sepulang dari sana, kita mampir ke rumah ibu tiri dari ayahku [ichank:”Kangeen banget, dah 2 tahun ga ketemu”]. Dan setelah itu kita mampir berziarah ke makam kakekku, kakek buyutku, dan nenek buyutku. Lalu pulang deh..
Itulah sedikit cerita tentang lebaran tahun ini bersama keluargaku..
Karena saat ini masih bernuansakan Idul Fitri. Saya mengucapkan : “Selamat Idul Fitri, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin“.

